BEKASI – Laporan Marketbeat Greater Jakarta Industrial Q1 2025 yang dirilis Cushman & Wakefield mencatat harga rata-rata lahan industri di koridor Bekasi menjadi yang tertinggi di Jabodetabek, yakni sekitar Rp 2,95 juta per meter persegi. Angka ini berada di atas rata-rata Greater Jakarta yang berkisar Rp 2,86 juta per meter persegi.
Mayoritas kawasan industri besar berada di wilayah Kabupaten Bekasi. Namun dampak ekonominya tidak berhenti di batas administratif. Kota Bekasi menjadi bagian penting dari ekosistem Bekasi Raya yang saling terhubung.
Pertumbuhan industri manufaktur, logistik, dan pusat data di koridor Cikarang dan sekitarnya mendorong peningkatan mobilitas tenaga kerja, kebutuhan hunian, jasa keuangan, kuliner, pendidikan, hingga layanan berbasis teknologi. Di sinilah Kota Bekasi mengambil peran strategis sebagai kota jasa modern yang menopang aktivitas industri regional.
Secara struktur ekonomi, Kota Bekasi memang bukan kota pabrik. Kontributor terbesarnya berasal dari sektor perdagangan, jasa, dan konstruksi. Namun justru karena itu, Kota Bekasi menjadi simpul aktivitas urban yang menyerap efek berganda pertumbuhan industri. Arus profesional, ekspatriat, dan pekerja terampil memperkuat pasar hunian vertikal, pusat komersial, serta ekonomi kreatif berbasis teknologi informasi.
Momentum ini sejalan dengan arah kebijakan Walikota Bekasi Tri Adhianto melalui program “Kota Bekasi Keren”, khususnya poin keempat dan kelima.
Pada pilar Kobe Berkarya, Pemerintah Kota Bekasi menargetkan perluasan lapangan kerja inklusif berbasis teknologi informasi dan komunikasi. Artinya, pertumbuhan industri tidak berhenti pada sektor konvensional, tetapi diarahkan menuju ekosistem ekonomi digital yang membuka peluang bagi tenaga kerja muda, profesional teknologi, hingga pelaku UMKM berbasis platform.
Sementara itu, pilar Kobe Menarik menekankan kemudahan berusaha dan peningkatan daya tarik investasi pembangunan. Reformasi layanan perizinan, digitalisasi sistem administrasi, serta kepastian regulasi menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan investor. Di tengah persaingan antarwilayah, kemudahan proses dan kepastian hukum menjadi penentu keputusan ekspansi industri.

