Makna Filosofis “Walker”, Maskot Kota Bekasi Untuk Porprov XV Jawa Barat 2026

Menjelang perhelatan Pekan Olahraga Provinsi XV Jawa Barat yang dijadwalkan berlangsung pada 7 hingga 20 November 2026, Kota Bekasi selaku salah satu tuan rumah resmi memperkenalkan maskot bernama “Walker”. Nama tersebut merupakan akronim dari “Walet Keren”, karakter yang diadaptasi dari Burung Walet Linchi atau Collocalia linchi sebagai fauna identitas daerah.

Maskot ini dipilih Pemkot Bekasi melalui proses Focus Group Discussion yang melibatkan insan olahraga, budayawan, akademisi, serta KONI Kota Bekasi. Perancangannya dilakukan secara menyeluruh untuk merangkum semangat masyarakat, pelestarian lingkungan, serta nilai filosofis daerah.

Representasi Visual dan Identitas Simbolik

Secara visual, Walker merepresentasikan karakter burung walet yang berpostur kecil, ramping, dan gesit. Gesturnya digambarkan tengah berlari sambil mengacungkan jempol, mencerminkan kelincahan dan kecepatan.

Makna warna dominan pada tubuh walet yang digunakan meliputi:

  • Biru, melambangkan semangat, energi, dan kepercayaan diri.
  • Abu-abu, merepresentasikan kedamaian, keseimbangan, serta ketenangan.

Sebagai identitas budaya, Walker mengenakan udeng batik khas Bekasi yang mencerminkan patriotisme dan nilai tradisi lokal.

Desain fisiknya juga memuat kode numerik hari jadi Kota Bekasi, yakni 3-10-2, yang diwujudkan melalui:

  • 3 helai jambul di kepala sebagai simbol bulan Maret.
  • 10 helai bulu di leher yang merujuk tanggal 10.
  • 2 ujung ekor meruncing sebagai penanda keseimbangan.

Landasan Filosofis Panca Waluya

Nilai dasar maskot Walker berakar pada konsep Panca Waluya, yakni lima nilai utama menuju kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan masyarakat.

1. Cageur, Sehat Jasmani dan Rohani

Walet dipandang sebagai simbol keberuntungan. Kebiasaannya terbang tinggi dimaknai sebagai representasi cita-cita luhur dan masyarakat yang sehat serta religius.

2. Bageur, Kebersamaan

Sifat walet yang hidup berkoloni melambangkan solidaritas dan harmoni sosial. Maskot ini diharapkan menjadi jembatan lintas generasi, khususnya bagi kalangan muda.

3. Pinter, Kreativitas Budaya

Penggunaan ornamen batik pada fauna lokal serta integrasi simbol angka 3-10-2 menunjukkan daya kreativitas budaya yang kuat dan kontekstual.

4. Bener, Keberanian dan Sportivitas

Senyuman dan acungan jempol Walker memancarkan optimisme serta semangat inklusif. Penamaan “Walker” menegaskan keberanian generasi muda Kota Patriot dalam menghadapi kompetisi.

5. Singer, Keberlanjutan Lingkungan dan Ekonomi

Walet dikenal tekun membangun sarang yang bernilai ekonomi tinggi. Filosofi ini dikaitkan dengan etos kerja keras serta peluang ekonomi kreatif yang dapat tumbuh melalui ajang olahraga tingkat provinsi.

Duta Edukasi dan Identitas Daerah

Melalui perpaduan karakter visual yang dinamis dan fondasi Panca Waluya, Walker diposisikan bukan sekadar elemen seremonial, melainkan instrumen komunikasi publik yang sarat makna. Maskot ini menjadi medium untuk menanamkan kesadaran kolektif tentang pentingnya menjaga warisan alam dan budaya lokal, sekaligus menguatkan partisipasi masyarakat dalam menyukseskan Porprov.

Kehadirannya di ruang-ruang publik diharapkan mampu membangun rasa memiliki, mempererat kebersamaan lintas generasi, serta mempertegas citra Kota Bekasi sebagai tuan rumah yang siap, inklusif, dan berdaya saing. Dengan demikian, Walker tampil sebagai representasi identitas daerah yang bergerak dinamis seiring semangat olahraga dan pembangunan berkelanjutan.

Leave a Response