Sirine Peringatan Dini Banjir Sempat Mengejutkan Warga Bekasi

KOTA BEKASI — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkuat upaya mitigasi banjir di Kota Bekasi dengan memasang sistem Early Warning System (EWS) atau peringatan dini banjir di sejumlah titik rawan. Pada tahap awal pengoperasian, suara sirine dari sistem tersebut sempat mengejutkan sebagian warga.

Meski demikian, Pemerintah Kota Bekasi menilai kejadian tersebut sebagai bagian dari proses adaptasi masyarakat terhadap penggunaan teknologi peringatan dini bencana.

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono mengatakan kehadiran sistem EWS memberikan manfaat besar karena mampu memberikan informasi lebih awal terkait potensi kenaikan muka air di wilayah rawan banjir.

“Sistem peringatan dini ini memberikan dampak positif bagi masyarakat karena mampu memberikan informasi lebih awal terkait potensi kenaikan muka air. Terima kasih kepada BNPB, kami sangat mengapresiasi,” ujar Tri dalam keterangan tertulis, Jumat (7/3/2026).

Tri menjelaskan, pengalaman banjir besar yang melanda Bekasi pada 2025 menjadi pelajaran penting bagi pemerintah daerah dalam memperkuat sistem mitigasi. Saat itu, banjir sempat melumpuhkan aktivitas kota hingga hampir dua hari, termasuk merendam kawasan pusat pemerintahan di Jalan Ahmad Yani.

Dengan teknologi EWS, pemerintah dapat memperkirakan waktu kedatangan aliran air di titik tertentu secara lebih akurat sehingga langkah antisipasi dapat dilakukan lebih cepat.

Menjelang periode libur Lebaran, Pemkot Bekasi juga memastikan seluruh perangkat penanganan banjir tetap siaga. Petugas terkait tetap bertugas tanpa kebijakan bekerja dari rumah atau libur bagi personel yang terlibat dalam penanganan bencana.

Pemkot Bekasi bersama BNPB berharap pemasangan sistem peringatan dini banjir dapat diperluas ke lebih banyak titik sehingga kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana semakin meningkat, terutama menjelang akhir musim hujan yang diperkirakan berlangsung hingga akhir April berdasarkan prakiraan BMKG.

Leave a Response