KOTA BEKASI — Pemanfaatan lahan terbatas, pengolahan sampah organik hingga konversi limbah industri menjadi energi menjadi bagian dari inovasi warga Bekasi Barat yang ditinjau dalam verifikasi lapangan Lomba Anugerah Gapura Sri Baduga.
Ketua TP PKK Kota Bekasi Wiwiek Hargono Tri Adhianto bersama Wakil Ketua TP PKK Kota Bekasi dan tim penilai melihat langsung pelaksanaan sejumlah program masyarakat yang dinilai memiliki manfaat lingkungan sekaligus nilai ekonomi.
Salah satunya adalah kegiatan Kelompok Wanita Tani (KWT) yang memanfaatkan ruang kosong untuk penanaman berbagai jenis tanaman. Selain memperbaiki kualitas lingkungan, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan masyarakat.
Warga juga mengembangkan eco-enzyme dari limbah organik. Produk hasil pengolahannya kemudian dimanfaatkan menjadi sejumlah barang kebutuhan sehari-hari, seperti sabun, lotion dan parfum, serta berbagai produk kerajinan.
Inovasi lain datang dari pengelolaan limbah cair industri tempe. Melalui kolaborasi dengan Universitas Pertamina, limbah tersebut diolah menjadi gas yang telah dimanfaatkan sebagai sumber energi oleh sekitar empat keluarga.
Material sisa pengolahan juga tidak dibuang begitu saja, tetapi digunakan sebagai pupuk cair untuk kegiatan perkebunan warga.
Potensi ekonomi masyarakat terlihat pula pada budidaya ikan. Warga mengembangkan ikan nila dengan kapasitas produksi sekitar 15 kilogram setiap bulan. Hasilnya dipasarkan di lingkungan sekitar. Budidaya ikan lele juga menghasilkan panen sekitar 50 kilogram.
Dalam rangkaian kunjungan, tim turut mendatangi PAUD dan melihat kreativitas guru memanfaatkan barang bekas menjadi dekorasi dan berbagai kerajinan untuk ruang belajar.
Wiwiek menilai kreativitas masyarakat menjadi bukti bahwa pengelolaan lingkungan dapat memberikan manfaat lebih luas apabila dibarengi inovasi.
“Ketika lingkungan lebih terkelola, limbah bisa dimanfaatkan, dan masyarakat juga mendapatkan nilai ekonomi, tentu manfaatnya menjadi lebih luas,” ujar Wiwiek.
Ia berharap praktik-praktik tersebut tidak sekadar menjadi bagian dari perlombaan, tetapi terus dikembangkan sebagai kegiatan masyarakat sehari-hari.
Verifikasi lapangan sekaligus menjadi sarana untuk melihat sejauh mana keberlanjutan program serta peluang pengembangannya agar memberikan manfaat sosial, ekonomi, dan lingkungan secara bersamaan.

