Bekasi Masih Kokoh di Puncak, Lahan Industri Bernilai Tertinggi di Luar Ibu Kota

Kawasan industri di Bekasi (knic.co.id)

BEKASI – Kenaikan harga lahan industri di Bekasi bukan sekadar dinamika pasar, tetapi refleksi dari kepercayaan investor terhadap fondasi ekonomi kota ini. Dalam sejumlah kawasan industri mapan, harga penawaran lahan telah bergerak di kisaran Rp 3,5–4 juta per meter persegi pada awal 2026. Posisi ini menempatkan Bekasi sebagai kawasan industri bernilai tertinggi di luar Jakarta.

Posisi Bekasi sebagai kawasan industri paling premium di luar Jakarta tidak lepas dari data pasar terbaru. Dalam laporan MarketBeat Industrial Q1 2025 yang dirilis Cushman & Wakefield untuk kawasan Jabodetabek, Bekasi tercatat memiliki rata-rata harga lahan industri tertinggi dibanding wilayah penyangga lain seperti Karawang dan Tangerang.

Dalam laporan kuartal I 2025 tersebut, harga lahan industri di koridor Bekasi disebut bergerak di atas rata-rata Jabodetabek yang berada di kisaran Rp 2,8 jutaan per meter persegi. Bekasi menempati posisi teratas karena keterbatasan stok lahan siap bangun serta tingginya permintaan dari sektor manufaktur dan logistik modern. Serapan lahan industri pada periode itu juga menunjukkan aktivitas transaksi yang tetap solid, terutama untuk kebutuhan ekspansi pabrik dan pergudangan berskala besar.

Laporan yang sama menekankan bahwa permintaan terbesar datang dari sektor otomotif, elektronik, FMCG, serta logistik dan pusat distribusi. Bekasi memiliki keunggulan struktural: konektivitas tol yang terintegrasi, kedekatan dengan pusat distribusi nasional, serta ekosistem kawasan industri yang telah berkembang selama puluhan tahun. Ketika harga lahan meningkat, itu bukan hanya karena keterbatasan suplai, tetapi karena nilai strategis yang diakui pasar.

Kenaikan harga lahan di Bekasi tidak berdiri sendiri. Dalam analisis kuartalan tersebut, Cushman & Wakefield menyoroti bahwa kawasan dengan infrastruktur matang dan utilitas lengkap cenderung mengalami kenaikan nilai lebih stabil dibanding kawasan yang masih dalam tahap pengembangan. Bekasi masuk dalam kategori kawasan matang dengan ekosistem industri yang telah terbentuk dengan baik.

Kontribusi sektor industri terhadap Produk Domestik Regional Bruto Kota Bekasi pun tetap dominan. Dampaknya terasa pada penciptaan lapangan kerja, pertumbuhan sektor jasa penunjang, serta peningkatan aktivitas ekonomi lokal.

(Red.)

 

Leave a Response