KOTA BEKASI – Kota Bekasi mencatat capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebesar 84,43 pada tahun 2025. Angka tersebut menjadi yang tertinggi dalam lima tahun terakhir sekaligus menempatkan Kota Bekasi sebagai daerah dengan IPM terbaik kedua di Jawa Barat.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan IPM Kota Bekasi naik 0,88 poin dibanding tahun 2024 yang berada di angka 83,55. Dengan capaian itu, Kota Bekasi masuk kategori IPM sangat tinggi.
Di tingkat Jawa Barat, Bandung masih menjadi daerah dengan IPM tertinggi sebesar 84,66, disusul Bekasi dengan 84,43 dan Depok sebesar 84,04. Kawasan perkotaan di Jawa Barat, khususnya Metropolitan Bandung dan Bekasi, mendominasi kategori IPM sangat tinggi atau di atas angka 80.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto Tjahyono, menyebut kenaikan IPM menjadi indikator bahwa pembangunan di Kota Bekasi tidak hanya fokus pada infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga kualitas manusia.
“Capaian ini turut menjadi indikator penting bahwa Kota Bekasi tidak hanya berkembang dari sisi fisik dan ekonomi, tetapi juga dari aspek kualitas sumber daya manusia sebagai fondasi utama pembangunan,” ujar Tri Adhianto, Rabu.
Tren kenaikan IPM Kota Bekasi juga berlangsung konsisten dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2020, IPM tercatat 81,50, kemudian naik menjadi 81,95 pada 2021, meningkat lagi menjadi 82,46 di tahun 2022, lalu 83,06 pada 2023, dan 83,55 di tahun 2024.
Menurut Tri, peningkatan itu didorong penguatan sektor kesehatan, pendidikan, dan standar hidup masyarakat. Pada sektor kesehatan, pemerintah daerah memperluas akses layanan dan fasilitas kesehatan. Sementara di bidang pendidikan, penguatan dilakukan lewat peningkatan sarana prasarana, akses pendidikan, hingga kualitas tenaga pendidik.
Peningkatan itu turut tercermin dari indikator harapan lama sekolah (HLS) dan rata-rata lama sekolah (RLS) yang terus membaik.
Selain itu, pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih inklusif juga dinilai berkontribusi terhadap meningkatnya kesejahteraan masyarakat. Hal tersebut terlihat dari kenaikan pengeluaran riil per kapita yang menjadi indikator daya beli warga.
Tri Adhianto menegaskan capaian IPM ini merupakan hasil sinergi antara pemerintah daerah, sektor swasta, dan partisipasi masyarakat.
“Capaian ini bukanlah titik akhir, melainkan motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperluas akses pendidikan dan kesehatan serta memastikan kesejahteraan masyarakat dirasakan secara merata,” katanya.
Ia optimistis tren positif IPM akan terus berlanjut dan memperkuat pembangunan berkelanjutan di Kota Bekasi.



