Ganti Rugi Lahan Flyover Bulak Kapal Sempat Diundur, Pemkot Bekasi Targetkan Cair Pertengahan Juni

NETIZEN BEKASI – Kabar terbaru terkait proyek Flyover Bulak Kapal. Pemerintah Kota Bekasi memastikan pembayaran ganti rugi lahan bagi warga terdampak pembebasan lahan akan direalisasikan pada pertengahan Juni 2026.

Sebelumnya, pembayaran ditargetkan selesai pada akhir Mei. Namun jadwal tersebut mengalami penyesuaian setelah adanya sejumlah sanggahan dari pemilik lahan yang harus ditindaklanjuti oleh pemerintah.

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Disperkimtan) Kota Bekasi, Widayat Subroto Hardi, mengatakan proses pembayaran belum dapat dilakukan karena masih ada keberatan yang diajukan warga terkait pembebasan lahan.

“Karena kita belum melakukan pembayaran. Kemarin ada beberapa sanggahan yang diajukan oleh pemilik tanah yang perlu dibahas kembali untuk penyesuaian. Mudah-mudahan bisa segera terselesaikan,” kata Broto, Selasa (2/6/2026).

Menurutnya, Pemkot Bekasi berkomitmen menyelesaikan seluruh proses administrasi agar hak warga terdampak dapat segera diberikan. Saat ini, tahapan verifikasi dan penyesuaian data masih berlangsung.

“Setelah semua rampung, akan segera kita bayarkan. Target kita, semoga pertengahan Juni seluruh administrasi pembayaran sudah final dan cair,” ujarnya.

Proyek Flyover Bulak Kapal sendiri membutuhkan pembebasan lahan seluas 10.637 meter persegi dengan total 73 bidang tanah terdampak. Lahan tersebut terdiri dari milik warga dan lahan Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum (PSU).

Sebaran lahan terdampak berada di tiga kelurahan, yakni 23 bidang di Margahayu, 21 bidang di Duren Jaya, dan 17 bidang di Aren Jaya. Flyover ini akan membentang sepanjang 768 meter, menghubungkan Jalan Joyo Martono dengan Jalan Pahlawan.

Di sisi lain, proses pembangunan fisik terus dipersiapkan. Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi menyebut Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan memulai lelang konstruksi pada Juli 2026 dengan alokasi anggaran tahap awal sebesar Rp20 miliar.

Broto memastikan proses pembebasan lahan tidak akan menghambat agenda pembangunan. Pemkot menargetkan seluruh urusan ganti rugi selesai sebelum pekerjaan konstruksi dimulai pada Agustus mendatang.

Proyek Flyover Bulak Kapal yang menelan anggaran lebih dari Rp360 miliar ini menjadi salah satu infrastruktur strategis di Kota Bekasi. Selain diharapkan mampu mengurai kemacetan di kawasan Bekasi Timur, proyek tersebut juga mendukung pengembangan jalur Double-double Track (DDT) yang tengah dikerjakan PT KAI.

Leave a Response