KOTA BEKASI – Kurang dari lima bulan menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026, Pemerintah Kota Bekasi terus mematangkan berbagai persiapan sebagai tuan rumah utama ajang olahraga terbesar di Jawa Barat tersebut.
Porprov XV Jabar dijadwalkan berlangsung pada 7-20 November 2026, dengan Kota Bekasi menjadi lokasi pembukaan sekaligus pusat pelaksanaan sebagian besar pertandingan. Sebanyak 95 cabang olahraga dan 1.156 nomor pertandingan akan dipertandingkan dalam ajang yang disebut sebagai Porprov terbesar sepanjang sejarah Jawa Barat.
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menegaskan, kesiapan Kota Bekasi tidak hanya difokuskan pada penyelenggaraan pertandingan, tetapi juga untuk memperkuat citra daerah sebagai kota olahraga atau sport city.
Hingga Juni 2026, sebagian besar venue pertandingan di Kota Bekasi telah memasuki tahap akhir penyelesaian. Pemerintah Kota Bekasi mengklaim tingkat kesiapan sarana dan prasarana olahraga telah mencapai sekitar 98 persen.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bekasi, Arwani, mengatakan hampir seluruh venue yang akan digunakan pada Porprov XV sudah siap digunakan dan tinggal menunggu tahapan verifikasi akhir serta pelaksanaan trial event sebelum pertandingan resmi dimulai.
“Venue 98 persen sudah oke. Tinggal nanti verifikasi dan trial event,” ujar Arwani.
Sejumlah fasilitas yang dipersiapkan antara lain Stadion Patriot Candrabhaga, arena sepatu roda bertaraf internasional, hall basket dan voli, kolam renang akuatik di Jatiasih, serta rehabilitasi beberapa lapangan multiguna di sejumlah kecamatan.
Bahkan, Pemkot Bekasi juga menggandeng pusat perbelanjaan dan kawasan publik untuk dijadikan venue tambahan bagi beberapa cabang olahraga guna mengakomodasi besarnya skala penyelenggaraan Porprov XV.
Persiapan tersebut dilakukan secara lintas sektor. Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe yang juga menjabat sebagai Ketua Panitia Besar (PB) Porprov XV Kota Bekasi terus mengintensifkan koordinasi bersama perangkat daerah, mulai dari Dispora, Baperida, BPKAD, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan hingga KONI Kota Bekasi.
Menurut Arwani, status sebagai tuan rumah harus menjadi keuntungan bagi kontingen Kota Bekasi untuk meraih prestasi maksimal. Karena itu, selain mempersiapkan infrastruktur, Dispora juga terus memperkuat pembinaan atlet bersama KONI Kota Bekasi. Cabang olahraga bela diri dan nomor perorangan menjadi andalan, sementara sepak bola berstatus sebagai juara bertahan.
Pemerintah Kota Bekasi bahkan menyiapkan bonus sebesar Rp200 juta bagi atlet peraih medali emas nomor perorangan sebagai bentuk apresiasi sekaligus motivasi untuk mendongkrak prestasi kontingen Kota Bekasi.
Target yang dipatok pun tidak main-main. Setelah pada Porprov sebelumnya finis di peringkat empat, Kota Bekasi membidik posisi tiga besar, bahkan membuka peluang untuk bersaing dalam perebutan gelar juara umum.
Selain mengejar prestasi olahraga, penyelenggaraan Porprov XV juga diharapkan memberikan dampak ekonomi melalui sektor pariwisata, perhotelan, kuliner dan UMKM, seiring kedatangan ribuan atlet, ofisial dan suporter dari berbagai daerah di Jawa Barat.
“Kita harus mengoptimalkan momentum ini. Kesempatan menjadi tuan rumah kembali mungkin baru datang puluhan tahun lagi,” kata Arwani.
Dengan kesiapan venue yang hampir rampung, koordinasi lintas instansi yang terus diperkuat serta pembinaan atlet yang semakin intensif, Pemerintah Kota Bekasi optimistis mampu menjadi tuan rumah yang sukses sekaligus meraih prestasi terbaik pada Porprov XV Jawa Barat 2026.

