Pemkot Bekasi Perkuat Disiplin ASN Lewat Sistem BEETRI, Tri Adhianto Tekankan Integritas Aparatur

KOTA BEKASI – Pemerintah Kota Bekasi terus memperkuat budaya disiplin aparatur sipil negara (ASN) melalui pengembangan dan implementasi Sistem Informasi BEETRI. Langkah tersebut diharapkan mampu mendorong peningkatan profesionalisme aparatur sekaligus memperkuat tata kelola pemerintahan.

Penguatan disiplin melalui sistem tersebut disosialisasikan di Aula Nonon Sonthanie BKPSDM Kota Bekasi. Kegiatan dipimpin langsung Wali Kota Bekasi Tri Adhianto dengan menekankan pentingnya kesadaran dan tanggung jawab setiap aparatur.

Tri mengatakan, penerapan sistem informasi tidak semata-mata ditujukan untuk mengawasi kehadiran pegawai. Lebih dari itu, sistem tersebut menjadi bagian dari upaya membangun budaya disiplin yang berangkat dari kesadaran ASN terhadap tanggung jawabnya.

“Disiplin tidak cukup hanya diukur dari absensi. Absensi hanyalah sebuah sistem. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana disiplin itu tertanam dalam diri setiap ASN sebagai bentuk tanggung jawab terhadap amanah yang diberikan,” ujar Tri.

Menurutnya, salah satu bentuk kedisiplinan paling mendasar bagi ASN adalah mengikuti apel. Kewajiban tersebut harus dilaksanakan sebelum aparatur berbicara mengenai evaluasi kinerja, target maupun hasil pekerjaan.

Tri juga menyoroti masih adanya pelanggaran disiplin, termasuk di kalangan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Ia mengingatkan bahwa mekanisme pemberian sanksi telah diatur, mulai dari hukuman disiplin ringan hingga pemberhentian sesuai ketentuan yang berlaku.

Selain kedisiplinan individu, Tri meminta pejabat struktural meningkatkan fungsi pembinaan dan pengawasan terhadap staf. Menurutnya, pejabat tidak hanya bertanggung jawab menyelesaikan pekerjaannya sendiri, tetapi juga memastikan aparatur di bawah kepemimpinannya menjalankan tugas sesuai aturan.

Ia menambahkan, setiap ASN dan PPPK telah memiliki tugas pokok dan fungsi yang melekat pada jabatan berdasarkan analisis jabatan. Karena itu, pelaksanaan tugas masing-masing pegawai harus dapat dievaluasi secara terukur.

Tri berharap implementasi BEETRI dapat memperkuat budaya kerja yang mengedepankan kejujuran dan integritas. Ia juga mengingatkan agar tidak terjadi manipulasi kehadiran maupun upaya menutupi pelanggaran disiplin.

“Yang kita bangun adalah kesadaran. Ketika kesadaran itu tumbuh, maka disiplin akan menjadi budaya kerja yang menguatkan pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya.

Leave a Response