KOTA BEKASI – Tenaga ahli Paras Sujiwo menjelaskan pentingnya penggunaan aplikasi SiCantik dalam memperkuat digitalisasi administrasi dan pengelolaan data keluarga oleh kader PKK di Kota Bekasi.
Penjelasan tersebut disampaikan dalam soft launching aplikasi SiCantik melalui program Ridho Berpeci yang disiarkan langsung melalui kanal YouTube Pemerintah Kota Bekasi, Minggu (23/8/2026) sore.
Paras hadir sebagai narasumber di Studio Command Center Pemerintah Kota Bekasi bersama Ketua TP PKK Kota Bekasi Wiwiek Hargono dan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kota Bekasi Ridwan A.S. Sementara itu, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menyampaikan sambutan dan arahannya melalui Zoom.
Dalam pemaparannya, Paras menjelaskan fungsi aplikasi sekaligus tahapan penggunaannya oleh kader PKK. Proses tersebut mencakup penginputan, pengelolaan, pemeriksaan, validasi, hingga pemanfaatan data keluarga sebagai bahan informasi dan penyusunan program.
SiCantik merupakan singkatan dari Sistem Catatan Administrasi dan Nilai Terpadu Informasi Keluarga. Aplikasi ini dikembangkan untuk memudahkan kader mengelola administrasi sekaligus mengurangi pencatatan data secara berulang.
Menurut Paras, penggunaan sistem digital dapat mempercepat proses pencarian dan rekapitulasi data. Informasi yang telah dihimpun juga dapat diperbarui dan dipantau secara bertahap sehingga kondisi keluarga di setiap wilayah dapat diketahui dengan lebih cepat dan akurat.
Ketua TP PKK Kota Bekasi Wiwiek Hargono menyampaikan bahwa SiCantik diharapkan menghadirkan mekanisme validasi dan pengawasan data secara berjenjang. Aplikasi tersebut juga disiapkan menjadi dashboard data dasar sebagai bagian dari langkah menuju visi satu pintu data Kota Bekasi.
Ridwan A.S. menambahkan, SiCantik dirancang untuk membantu kader bekerja lebih mudah sekaligus menghasilkan data yang akurat, informatif, dan interaktif.
Dalam arahannya, Tri Adhianto mendorong seluruh pihak terkait aktif melakukan penginputan data. Kelengkapan dan konsistensi data diperlukan agar aplikasi dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung penyusunan kebijakan dan penyaluran program kepada masyarakat secara tepat sasaran.

