KOTA BEKASI – Kejujuran dalam berdagang menjadi salah satu pesan utama dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di kawasan Pasar Baru, Kamis (17/9/2026) malam. Melalui kegiatan Patriot Bersholawat, Pemerintah Kota Bekasi mengajak masyarakat menerapkan nilai agama secara langsung dalam kegiatan ekonomi sehari-hari.
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan, pasar dipilih sebagai lokasi kegiatan karena menjadi salah satu pusat kehidupan masyarakat. Di tempat tersebut, nilai kejujuran, kepedulian, ketertiban, dan penghormatan terhadap hak orang lain diuji dalam praktik.
“Beliau berdagang. Beliau mengajarkan kejujuran dalam berdagang, tidak mengambil hak orang lain dan tidak mencari keuntungan dengan merugikan orang lain,” kata Tri ketika menyampaikan keteladanan Nabi Muhammad SAW.
Peringatan Maulid umumnya diselenggarakan di masjid atau ruang keagamaan. Namun, Pemkot Bekasi kali ini membawanya ke kawasan perdagangan agar pesan yang disampaikan semakin dekat dengan pedagang, pembeli, dan masyarakat sekitar.
“Kita hadirkan lebih dekat dengan masyarakat. Sudah jadi hakikat bahwa agama berada dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Momentum tersebut juga berkaitan dengan rencana penataan Pasar Baru. Menurut Tri, kawasan pasar masih menghadapi persoalan kebersihan, kerapian, keamanan, dan kenyamanan yang perlu diselesaikan secara bersama-sama.
Ia memastikan penataan tidak dimaksudkan untuk menghilangkan mata pencaharian pedagang. Pemerintah ingin memperbaiki kawasan sekaligus mempertahankan kehidupan ekonomi yang tumbuh di dalamnya.
“Yang kita tata adalah kawasannya, bukan mematikan kehidupan di dalamnya,” tegas Tri.
Ia mengakui perubahan dapat menimbulkan kekhawatiran, khususnya bagi pedagang yang harus menyesuaikan tempat berjualan. Kekhawatiran terhadap berkurangnya pelanggan maupun penurunan pendapatan perlu dijawab melalui dialog dan solusi yang mempertimbangkan kepentingan seluruh pihak.
Penataan juga diharapkan mengembalikan fungsi ruang publik. Pedagang memperoleh tempat usaha yang lebih tertib, pejalan kaki dapat menggunakan trotoar, pengendara menikmati akses jalan yang lancar, dan pembeli berbelanja dengan aman.
Selain Pasar Baru, pembenahan secara bertahap tengah dilakukan di Pasar Pondok Gede, Pasar Kranji, serta pasar-pasar lainnya di Kota Bekasi.

