KOTA BEKASI – Kejelian membaca hero andalan lawan menjadi salah satu faktor yang membantu ESI Kota Bekasi Academy menjuarai E-Sports Kapolri Cup 2026. Informasi mengenai kekuatan lawan digunakan untuk menyusun strategi sejak fase pemilihan dan pelarangan hero.
Ketua Umum Esports Indonesia (ESI) Kota Bekasi Iqbal Afra menjelaskan, tim mempelajari hero yang paling dikuasai lawan selama pertandingan. Hero tersebut kemudian menjadi pertimbangan utama untuk masuk daftar pelarangan, sementara hero prioritas yang tersedia dimanfaatkan oleh pemain ESI Kota Bekasi Academy.
Strategi itu dijalankan bersama program latihan intensif. Tim menggelar latihan tanding pada pukul 13.00, 16.00, dan 19.00 setiap hari. Masing-masing sesi berisi empat pertandingan menghadapi tim profesional maupun tim dari luar Indonesia.
Latihan melawan beragam tim membuat para pemain terbiasa menghadapi perubahan strategi dan susunan hero. Pengalaman tersebut juga membantu tim melakukan penyesuaian ketika rencana permainan awal tidak berjalan sesuai sasaran.
Program latihan semakin diperkuat setelah ESI Kota Bekasi Academy menempati peringkat kedua pada Kapolres Metro Bekasi Kota Cup. Evaluasi dilakukan terhadap koordinasi antarpemain, kemampuan teknis, komunikasi, dan pengambilan keputusan di dalam pertandingan.
Hasil pembenahan terlihat pada Kapolda Metro Jaya Cup. Tim perwakilan Polres Metro Bekasi Kota itu berhasil meraih gelar juara setelah mengalahkan wakil Polres Metro Depok dengan skor 3–1 pada pertandingan final.
Kemenangan tersebut membawa ESI Kota Bekasi Academy mewakili Polda Metro Jaya pada Kapolri Cup 2026 di Indonesia Arena, Jakarta. Mereka melanjutkan performa konsisten hingga merebut gelar juara nasional.
Setelah menyelesaikan Kapolri Cup, agenda latihan tetap dilanjutkan sebagai bagian dari persiapan menghadapi Porprov XV Jawa Barat 2026. Tim juga akan mengikuti kompetisi lokal setiap akhir pekan untuk menguji strategi sekaligus menjaga kesiapan para pemain.

