KOTA BANDUNG – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Barat terus mengawal persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026. Progres penyelenggaraan pesta olahraga tingkat provinsi tersebut kini telah mencapai sekitar 80 persen.
Ketua KONI Jawa Barat, Prof. HM Budiana, menyampaikan perkembangan tersebut seusai mengikuti Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) KONI Jawa Barat 2026 di Gedung Paguyuban Pasundan, Kota Bandung, Minggu (30/8/2026).
Menurut Budiana, capaian itu mencakup kesiapan daerah tuan rumah utama, wilayah penyangga, dan daerah pendukung. KONI Jabar bersama Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jawa Barat juga terus memperkuat koordinasi dengan kepala daerah serta KONI kabupaten dan kota.
“Sekarang di kisaran 80 persen, baik di tuan rumah utama, penyangga, maupun pendukung,” kata Budiana.
Ia menilai kepala daerah yang terlibat dalam penyelenggaraan menunjukkan antusiasme tinggi menyambut Porprov. Seluruh pekerjaan yang masih berjalan diyakini dapat diselesaikan sebelum pertandingan dimulai. Porprov juga dinilai membawa prestise dan kebanggaan sehingga setiap daerah memiliki kepentingan untuk mempersiapkan penyelenggaraan maupun kontingennya secara maksimal.
Di tengah progres tersebut, pembiayaan keberangkatan kontingen menjadi salah satu persoalan yang mendapat perhatian. Kepala Dispora Jawa Barat Hery Antasari mengatakan pemerintah provinsi tidak hanya mengawasi kesiapan infrastruktur, tetapi juga kemampuan pemerintah kabupaten dan kota dalam memberangkatkan atlet terbaik.
Menurut Hery, keterbatasan anggaran daerah tidak boleh menyebabkan atlet potensial kehilangan kesempatan berlaga. Sejumlah kabupaten dan kota, termasuk daerah yang selama ini menjadi lumbung atlet berprestasi Jawa Barat, disebut masih memerlukan perhatian terkait pendanaan kontingen.
“Jangan sampai ada satu pun atlet potensial yang tidak bisa berangkat hanya karena keterbatasan anggaran di daerahnya,” tegas Hery.
Gubernur Jawa Barat dijadwalkan mengumpulkan para bupati dan wali kota untuk membahas komitmen penyelenggaraan serta partisipasi daerah. Pertemuan tersebut diharapkan menghasilkan solusi pembiayaan agar seluruh atlet yang memenuhi kualifikasi tetap dapat mengikuti Porprov.
Selain mengevaluasi persiapan Porprov, Rakerprov membahas tahapan Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) KONI Jawa Barat dan sosialisasi AD/ART terbaru. Sekitar lima hingga tujuh pasal mengalami perubahan, termasuk ketentuan masa jabatan, struktur kepengurusan, Dewan Penasihat, serta Dewan Kehormatan KONI.

