Dari Al Barkah ke Seluruh Kecamatan, Metode Yatsir Perluas Syiar Al-Qur’an di Kota Bekasi

KOTA BEKASI — Masjid Agung Al Barkah menjadi titik awal perluasan pembelajaran terjemah Al-Qur’an dengan Metode Yatsir ke seluruh kecamatan di Kota Bekasi. Pelatihan bagi Pokja I TP PKK Kota Bekasi dan perwakilan kecamatan tersebut digelar selama empat hari, 1–4 September 2026.

Ketua TP PKK Kota Bekasi sekaligus Ketua Majelis Taklim Nurul Fathia, Wiwiek Hargono Tri Adhianto, membuka kegiatan itu pada Selasa (1/9/2026). Pelatihan diselenggarakan untuk membantu peserta mempelajari terjemahan dan memahami kandungan Al-Qur’an melalui metode yang nantinya dapat diajarkan kembali kepada masyarakat.

Para peserta diproyeksikan menjadi kader yang menggerakkan pembelajaran di wilayah masing-masing. Dengan pola tersebut, manfaat pelatihan diharapkan tidak hanya dirasakan oleh peserta yang hadir, tetapi dapat menjangkau kelompok masyarakat di tingkat kecamatan hingga lingkungan tempat tinggal.

Wiwiek mengingatkan bahwa memperoleh ilmu juga membawa tanggung jawab untuk mengamalkan dan menyebarkannya. Terlebih, ilmu yang dipelajari berkaitan langsung dengan pemahaman terhadap Al-Qur’an.

“Tugas kita adalah belajar, mengamalkan, kemudian menyampaikan. Jangan sampai ilmu yang sudah kita dapat hanya berhenti pada diri kita,” ungkap Wiwiek.

Ia berharap pelatihan tersebut menjadi langkah awal untuk memperkuat syiar pembelajaran Al-Qur’an di Kota Bekasi. Sebagai kelanjutannya, safari Metode Yatsir direncanakan digelar ke seluruh kecamatan.

“Insyaallah, setelah pelatihan ini akan kita lanjutkan dengan safari ke seluruh kecamatan. Jadi, ilmu yang didapat di sini tidak berhenti hanya kepada peserta, tetapi bisa terus disampaikan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.

Safari tersebut diharapkan memperluas akses masyarakat terhadap pembelajaran terjemah Al-Qur’an. Warga didorong tidak hanya lancar membaca ayat-ayat suci, tetapi juga memahami pesan dan nilai yang terkandung di dalamnya.

Melalui pembentukan kader di setiap wilayah, kegiatan pembelajaran dapat berlangsung secara berkelanjutan. Upaya itu sekaligus diarahkan untuk membangun masyarakat Kota Bekasi yang semakin dekat dengan Al-Qur’an dan mampu menjadikannya sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

Leave a Response