KOTA BEKASI – Perajin dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah membutuhkan ruang pemasaran yang berkelanjutan agar produknya semakin dikenal masyarakat. Kebutuhan tersebut menjadi salah satu perhatian Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Bekasi dalam menjalankan program pembinaan dan promosi produk lokal.
Ruang pemasaran melalui galeri, pameran, dan bazar memungkinkan pelaku usaha bertemu langsung dengan konsumen. Dari pertemuan tersebut, mereka dapat memperkenalkan produk, membangun pelanggan, serta memperoleh tanggapan yang berguna untuk pengembangan usaha.
Dekranasda Kota Bekasi juga membawa produk pelaku usaha lokal ke kegiatan berskala nasional. Sebanyak delapan merek unggulan asal Kota Bekasi tampil dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-46 Dewan Kerajinan Nasional di Makassar, Sulawesi Selatan.
Keikutsertaan itu memberikan kesempatan bagi produk Kota Bekasi untuk dikenal di luar pasar lokal. Pelaku usaha dapat memperluas jejaring, mengamati perkembangan produk dari daerah lain, dan membuka peluang kolaborasi baru.
Ketua Dekranasda Kota Bekasi Wiwiek Hargono mendorong pembinaan yang mencakup kualitas produk, desain, kemasan, kapasitas produksi, dan pemasaran. Rangkaian tersebut diperlukan karena perluasan pasar harus diikuti dengan kesiapan pelaku usaha dalam menjaga mutu serta memenuhi kebutuhan konsumen.
Pengembangan UMKM juga membutuhkan komunikasi yang terbuka dengan komunitas dan paguyuban pelaku usaha. Masukan dari peserta menjadi bagian penting dalam menilai manfaat program sekaligus menyusun kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Kolaborasi dengan perangkat daerah, pusat perbelanjaan, komunitas kreatif, dan dunia usaha dapat memperbanyak pilihan ruang pemasaran. Semakin luas jejaring yang dibangun, semakin besar pula kesempatan produk lokal menjangkau kelompok konsumen yang berbeda.
Melalui pembinaan dan promosi yang dilakukan secara konsisten, Dekranasda Kota Bekasi berupaya membantu perajin dan pelaku UMKM meningkatkan daya saingnya. Produk lokal diharapkan tidak hanya dikenal di lingkungan Kota Bekasi, tetapi juga memperoleh tempat di pasar regional dan nasional.

