Rayakan Idul Adha di Makkah, Wiwiek Hargono Rasakan Makna Kurban yang Lebih Mendalam

NETIZENBEKASI– Ketua Tim Penggerak PKK Kota Bekasi, Wiwiek Hargono, merasakan suasana Idul Adha yang berbeda tahun ini. Jika biasanya merayakan hari raya kurban bersama masyarakat di Kota Bekasi, kali ini ia menjalani Idul Adha 1447 Hijriah di Tanah Suci saat menunaikan ibadah haji.

Bersama suaminya, Tri Adhianto, dan sejumlah sahabat, Wiwiek merasakan langsung suasana Makkah yang dipenuhi jutaan umat Muslim dari berbagai penjuru dunia. Momen tersebut, menurutnya, menghadirkan pengalaman spiritual yang sangat berkesan.

Di tengah rangkaian ibadah haji, Wiwiek mengaku semakin memahami makna Idul Adha sebagai simbol ketaatan, keikhlasan, dan kepasrahan kepada Allah SWT.

“Idul Adha mengajarkan nilai keikhlasan dan kepedulian. Bukan hanya tentang berkurban, tetapi bagaimana kita mampu berbagi dan menghadirkan manfaat bagi sesama,” ujar Wiwiek melalui sambungan telepon dari Tanah Suci.

Menurutnya, semangat berkurban tidak hanya diwujudkan melalui penyembelihan hewan kurban, tetapi juga melalui kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan. Ia menilai tradisi berbagi daging kurban menjadi salah satu bentuk nyata solidaritas sosial yang masih kuat di tengah masyarakat Indonesia.

Wiwiek mengatakan, ketika mereka yang memiliki rezeki lebih berbagi dengan sesama, akan tumbuh rasa kebersamaan yang mampu mempererat hubungan sosial di lingkungan sekitar.

Selain itu, ia juga melihat Idul Adha sebagai momentum yang selalu menghadirkan semangat gotong royong. Mulai dari persiapan, pelaksanaan penyembelihan hingga distribusi daging kurban, seluruh proses dilakukan secara bersama-sama oleh masyarakat.

“Nilai kebersamaan dan gotong royong selalu terlihat saat Idul Adha. Ini menjadi modal sosial yang sangat penting untuk menjaga persatuan dan kerukunan di tengah masyarakat,” katanya.

Istri Wali Kota Bekasi itu mengaku selalu merasa bahagia ketika melihat daging kurban dapat dinikmati masyarakat, terutama mereka yang jarang mengonsumsi daging dalam kesehariannya.

Karena itu, Wiwiek berharap semangat berbagi yang hadir saat Idul Adha tidak berhenti setelah hari raya usai. Ia mengajak masyarakat untuk terus menumbuhkan kepedulian sosial dan kebiasaan saling membantu dalam kehidupan sehari-hari.

Dari Tanah Suci, Wiwiek juga mengaku terharu menyaksikan jutaan umat Islam dari berbagai negara berkumpul dalam satu tujuan yang sama, yakni beribadah kepada Allah SWT.

Baginya, pemandangan tersebut menjadi bukti nyata bahwa perbedaan bangsa, bahasa, dan budaya tidak menghalangi persatuan umat Islam. Seluruh jamaah berdiri setara di hadapan Sang Pencipta dengan harapan yang sama, yakni memperoleh ampunan dan keberkahan.

“Yang membedakan nantinya adalah bagaimana ibadah yang dijalankan mampu membawa perubahan positif dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.

Leave a Response